Rabu, 29 Juli 2026 - 04:08:47 WIB
Felicia Unggul Sementara Perolehan Virtual Gift, Penentuan Juara Berlanjut Di Grand Final Result
Penulis : admin
Kategori: MUSIK DAN FILM - Dibaca: 139 kali
Setelah melalui sejumlah babak yang menegangkan, ajang pencarian bakat “The Icon Indonesia” memasuki tahap penentuan sang juara. Pada episode tadi malam (27/7), dua finalis terbaik yakni Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) menunjukkan kemampuan terbaik mereka di babak “Grand Final”. Lima judges hadir langsung untuk menilai seluruh penampilan kedua finalis yakni Ahmad Dhani, Andien, Titi DJ, Afgan, dan Isyana Sarasvati. Malam “Grand Final The Icon Indonesia” dibuka dengan penampilan energik Vedra yang membawakan lagu “Soleram”.
Pada babak ini, Felicia dan Vedra mendapatkan sejumlah tantangan istimewa. Keduanya harus berduet dengan judges, tampil trio bersama Titi DJ, kemudian membawakan lagu secara solo, hingga memperkenalkan lagu kemenangan masing-masing. Penampilan kolaborasi Titi DJ bersama Felicia dan Vedra dengan lagu “Hanya Cinta yang Bisa” langsung memukau seluruh judges. “Sejak latihan awal aku selalu merinding sampai saat tampil tadi. Terus terang aku agak nervous karena mereka bagus banget. Aku yang punya lagu sampai berpikir, boleh juga mereka berduet membawakan lagu ini lagi,” ungkap Titi DJ. Seluruh judges pun sepakat bahwa penampilan tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang sangat berkesan pada malam Grand Final.
Tantangan tampil duet bersama judges diawali oleh Felicia yang berkolaborasi dengan Afgan membawakan lagu “Ku Dengannya Kau dengan Dia”. Perpaduan vokal keduanya berhasil mencuri perhatian para judges. “Felicia punya magic. Dia memiliki karisma yang membuat setiap lirik yang dibawakan semakin masuk ke hati orang yang mendengarkan. Dia punya star quality,” puji Afgan. Ahmad Dhani juga memberikan apresiasi tinggi, “Saya tidak yakin Afgan akan menemukan teman duet lagi sebagus Felicia.” Senada dengan kedua judges, Isyana Sarasvati juga menilai karakter vokal keduanya sangat menyatu. “Suara kalian menyatu banget dan sangat cocok. Kalian seperti prince dan princess,” ujar Isyana Sarasvati. Titi DJ bahkan dibuat penasaran dengan ketenangan Felicia selama berada di atas panggung. “Bagaimana caranya kamu bisa setenang itu di panggung?” tanya Titi DJ. “Karena once I step di panggung ini, ini sudah menjadi panggung aku. Apalagi ini Grand Final, jadi aku harus menikmati setiap penampilan dan memberikan yang terbaik,” jawab Felicia.
Penampilan duet berikutnya datang dari Vedra yang berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati membawakan lagu “Tetap Dalam Jiwa”. Isyana mengaku terpukau dengan kekuatan vokal Vedra. “Vedra, kamu kuat banget. Aku jadi tinggal mencoba untuk menikmati penampilan ini,” ungkap Isyana. Titi DJ juga menilai Isyana berhasil memberikan ruang eksplorasi yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Vedra. “Isyana memberikan ruang yang sangat luas kepada Vedra dan itu dimanfaatkan dengan baik sekali,” puji Titi DJ. Kepercayaan diri Vedra ketika tampil bersama sang idola juga mendapat perhatian dari Andien. “Vedra, aku tidak tahu dari mana datangnya kepercayaan diri yang luar biasa dari sosok Vedra yang kecil ini. Kamu berdiri di sebelah Isyana dengan sangat percaya diri,” ujar Andien. Vedra pun mengaku telah lama mengidolakan Isyana dan sempat merasa sangat nervous ketika menjalani proses latihan. Ahmad Dhani juga mengungkapkan bahwa “Tetap Dalam Jiwa” merupakan salah satu lagu Indonesia favoritnya.
Kompetisi “Grand Final The Icon Indonesia” berlanjut dengan penampilan solo dari masing masing finalis. Felicia menjadi finalis pertama yang tampil membawakan lagu “Hero” yang dipopulerkan oleh Mariah Carey. Penampilan tersebut sukses memperoleh standing ovation dari seluruh judges. Titi DJ mengapresiasi pilihan nada dan musikalitas yang ditampilkan Felicia. “Semua nada yang kamu ambil di lagu ini enak. Lagu ini sudah banyak dibawakan oleh penyanyi lain, tetapi kamu memilih nada-nada yang berbeda hingga membuat aku kagum. Kalau kamu membuat lagu sendiri, pasti akan enak sekali karena musikalitas kamu sangat bagus,” puji Titi DJ. Ahmad Dhani juga dibuat kagum hingga mengundang Felicia untuk tampil dalam perayaan ulang tahun Mulan Jameela. Pujian lain datang dari Isyana Sarasvati. “Penampilan kamu menurut aku out of this world. Apa pun yang kamu nyanyikan selalu memukau dan magical,” ujar Isyana. Afgan bahkan hanya membutuhkan satu kata untuk menggambarkan penampilan Felicia malam itu, “Ajaib”.
Tak mau kalah, Vedra pun tampil totalitas ketika membawakan lagu “Hurt” untuk penampilan solonya. Penampilan penuh penghayatan tersebut kembali menghasilkan standing ovation dari seluruh judges. “Vedra, kamu membuat jiwaku bergetar. Kamu sangat mahir memindahkan register suara dan itu sangat sulit dilakukan, tetapi kamu membuatnya terlihat effortless,” puji Isyana Sarasvati. Titi DJ juga dibuat takjub dengan kualitas vokal Vedra. “Pita suara kamu terbuat dari apa sih? Bagus banget,” ungkap Titi DJ. Andien turut merasakan emosi yang sangat kuat dari penampilan Vedra. “Aku merinding banget. Setiap Vedra bernyanyi, dia selalu membawa kita masuk ke dalam lagunya. Aku merasa menjadi bagian dari cerita yang disampaikan. Tidak semua penyanyi memiliki kemampuan seperti itu,” ujar Andien.
Tidak hanya penampilan Felicia dan Vedra, panggung Grand Final The Icon Indonesia malam tadi juga dimeriahkan aksi para judges. Diantaranya Afgan yang hadir membawakan salah satu lagu hitsnya yang berjudul “Kacamata”. Sementara Isyana Sarasvati menghadirkan aksi panggung memukau lewat lagu “Unlock The Key”.
Momen istimewa berikutnya hadir ketika kedua finalis memperkenalkan lagu kemenangan masing masing. Felicia membawakan lagu perdananya yang berjudul “Masalahnya” dan kembali memperoleh standing ovation dari seluruh judges. “Lagu ini cocok sekali dengan kamu. Aku langsung tahu sejak awal kamu mulai humming. Selamat datang di industri musik Indonesia,” puji Afgan. Felicia pun bercerita tentang lagu “Masalahnya” yang mengangkat kisah seseorang yang sulit melupakan hubungan yang sebenarnya telah dipenuhi banyak tanda bahaya. “Ceritanya tentang gagal move on, padahal kita sudah tahu orang ini punya banyak sekali red flag. Aku yakin banyak teman-teman yang relate dengan lagu ini. Terima kasih untuk Kak Iqbal, Kak Dennis, dan semua yang terlibat dalam proses pembuatan lagu ini. Semoga teman-teman suka dengan lagunya,” ungkap Felicia.
Sementara lagu kemenangan berjudul “Kronologi” yang dibawakan Vedra juga berhasil mendapatkan standing ovation dari seluruh judges. “Lagu ini cocok banget dengan Vedra. Lagu ini memang sudah berjodoh dengan Vedra karena semua pesan dan emosinya berhasil tersampaikan,” puji Isyana Sarasvati. Vedra menjelaskan bahwa “Kronologi” menceritakan kebingungan seseorang dalam memahami perasaannya sendiri. “Makna lagu ini sebenarnya cukup membingungkan karena di dalam ceritanya, kita menjadi orang yang melampiaskan perasaan, bukan orang yang menerima pelampiasan tersebut. Di lagu ini aku merasa seperti menjadi pihak yang bersalah dan sedang bingung dengan perasaan sendiri,” ungkap Vedra. Andien turut mengapresiasi lagu kemenangan yang dibawakan Vedra. “Aku sangat terkesima. Pencipta lagunya hebat sekali membuat lagu seperti ini dan sangat tepat ketika dipasangkan dengan kamu,” puji Andien. Afgan juga menilai “Kronologi” menjadi lagu yang tepat untuk membuka perjalanan Vedra di industri musik Indonesia.
Di penghujung babak “Grand Final”, berdasarkan perolehan Virtual Gift sementara, Vedra (Batam) harus puas berada di posisi kedua. Sementara Felicia (Tangerang) berhasil mencatatkan perolehan Virtual Gift tertinggi sehingga unggul sementara menjelang babak “Grand Final Result” pekan depan. Pada babak penentuan nanti, Felicia dan Vedra juga akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk berkolaborasi dengan band legendaris Dewa 19.
Saksikan perjuangan terakhir Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) dalam memperebutkan gelar juara “The Icon Indonesia” di babak “Grand Final Result” yang akan tayang pada 3 Agustus 2026 pukul 21.30 WIB, hanya di SCTV!
Felicia Unggul Sementara Perolehan Virtual Gift, Penentuan Juara Berlanjut Di Grand Final Result
Penulis : adminKategori: MUSIK DAN FILM - Dibaca: 139 kali
Setelah melalui sejumlah babak yang menegangkan, ajang pencarian bakat “The Icon Indonesia” memasuki tahap penentuan sang juara. Pada episode tadi malam (27/7), dua finalis terbaik yakni Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) menunjukkan kemampuan terbaik mereka di babak “Grand Final”. Lima judges hadir langsung untuk menilai seluruh penampilan kedua finalis yakni Ahmad Dhani, Andien, Titi DJ, Afgan, dan Isyana Sarasvati. Malam “Grand Final The Icon Indonesia” dibuka dengan penampilan energik Vedra yang membawakan lagu “Soleram”.Pada babak ini, Felicia dan Vedra mendapatkan sejumlah tantangan istimewa. Keduanya harus berduet dengan judges, tampil trio bersama Titi DJ, kemudian membawakan lagu secara solo, hingga memperkenalkan lagu kemenangan masing-masing. Penampilan kolaborasi Titi DJ bersama Felicia dan Vedra dengan lagu “Hanya Cinta yang Bisa” langsung memukau seluruh judges. “Sejak latihan awal aku selalu merinding sampai saat tampil tadi. Terus terang aku agak nervous karena mereka bagus banget. Aku yang punya lagu sampai berpikir, boleh juga mereka berduet membawakan lagu ini lagi,” ungkap Titi DJ. Seluruh judges pun sepakat bahwa penampilan tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang sangat berkesan pada malam Grand Final.
Tantangan tampil duet bersama judges diawali oleh Felicia yang berkolaborasi dengan Afgan membawakan lagu “Ku Dengannya Kau dengan Dia”. Perpaduan vokal keduanya berhasil mencuri perhatian para judges. “Felicia punya magic. Dia memiliki karisma yang membuat setiap lirik yang dibawakan semakin masuk ke hati orang yang mendengarkan. Dia punya star quality,” puji Afgan. Ahmad Dhani juga memberikan apresiasi tinggi, “Saya tidak yakin Afgan akan menemukan teman duet lagi sebagus Felicia.” Senada dengan kedua judges, Isyana Sarasvati juga menilai karakter vokal keduanya sangat menyatu. “Suara kalian menyatu banget dan sangat cocok. Kalian seperti prince dan princess,” ujar Isyana Sarasvati. Titi DJ bahkan dibuat penasaran dengan ketenangan Felicia selama berada di atas panggung. “Bagaimana caranya kamu bisa setenang itu di panggung?” tanya Titi DJ. “Karena once I step di panggung ini, ini sudah menjadi panggung aku. Apalagi ini Grand Final, jadi aku harus menikmati setiap penampilan dan memberikan yang terbaik,” jawab Felicia.
Penampilan duet berikutnya datang dari Vedra yang berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati membawakan lagu “Tetap Dalam Jiwa”. Isyana mengaku terpukau dengan kekuatan vokal Vedra. “Vedra, kamu kuat banget. Aku jadi tinggal mencoba untuk menikmati penampilan ini,” ungkap Isyana. Titi DJ juga menilai Isyana berhasil memberikan ruang eksplorasi yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Vedra. “Isyana memberikan ruang yang sangat luas kepada Vedra dan itu dimanfaatkan dengan baik sekali,” puji Titi DJ. Kepercayaan diri Vedra ketika tampil bersama sang idola juga mendapat perhatian dari Andien. “Vedra, aku tidak tahu dari mana datangnya kepercayaan diri yang luar biasa dari sosok Vedra yang kecil ini. Kamu berdiri di sebelah Isyana dengan sangat percaya diri,” ujar Andien. Vedra pun mengaku telah lama mengidolakan Isyana dan sempat merasa sangat nervous ketika menjalani proses latihan. Ahmad Dhani juga mengungkapkan bahwa “Tetap Dalam Jiwa” merupakan salah satu lagu Indonesia favoritnya.
Kompetisi “Grand Final The Icon Indonesia” berlanjut dengan penampilan solo dari masing masing finalis. Felicia menjadi finalis pertama yang tampil membawakan lagu “Hero” yang dipopulerkan oleh Mariah Carey. Penampilan tersebut sukses memperoleh standing ovation dari seluruh judges. Titi DJ mengapresiasi pilihan nada dan musikalitas yang ditampilkan Felicia. “Semua nada yang kamu ambil di lagu ini enak. Lagu ini sudah banyak dibawakan oleh penyanyi lain, tetapi kamu memilih nada-nada yang berbeda hingga membuat aku kagum. Kalau kamu membuat lagu sendiri, pasti akan enak sekali karena musikalitas kamu sangat bagus,” puji Titi DJ. Ahmad Dhani juga dibuat kagum hingga mengundang Felicia untuk tampil dalam perayaan ulang tahun Mulan Jameela. Pujian lain datang dari Isyana Sarasvati. “Penampilan kamu menurut aku out of this world. Apa pun yang kamu nyanyikan selalu memukau dan magical,” ujar Isyana. Afgan bahkan hanya membutuhkan satu kata untuk menggambarkan penampilan Felicia malam itu, “Ajaib”.
Tak mau kalah, Vedra pun tampil totalitas ketika membawakan lagu “Hurt” untuk penampilan solonya. Penampilan penuh penghayatan tersebut kembali menghasilkan standing ovation dari seluruh judges. “Vedra, kamu membuat jiwaku bergetar. Kamu sangat mahir memindahkan register suara dan itu sangat sulit dilakukan, tetapi kamu membuatnya terlihat effortless,” puji Isyana Sarasvati. Titi DJ juga dibuat takjub dengan kualitas vokal Vedra. “Pita suara kamu terbuat dari apa sih? Bagus banget,” ungkap Titi DJ. Andien turut merasakan emosi yang sangat kuat dari penampilan Vedra. “Aku merinding banget. Setiap Vedra bernyanyi, dia selalu membawa kita masuk ke dalam lagunya. Aku merasa menjadi bagian dari cerita yang disampaikan. Tidak semua penyanyi memiliki kemampuan seperti itu,” ujar Andien.
Tidak hanya penampilan Felicia dan Vedra, panggung Grand Final The Icon Indonesia malam tadi juga dimeriahkan aksi para judges. Diantaranya Afgan yang hadir membawakan salah satu lagu hitsnya yang berjudul “Kacamata”. Sementara Isyana Sarasvati menghadirkan aksi panggung memukau lewat lagu “Unlock The Key”.
Momen istimewa berikutnya hadir ketika kedua finalis memperkenalkan lagu kemenangan masing masing. Felicia membawakan lagu perdananya yang berjudul “Masalahnya” dan kembali memperoleh standing ovation dari seluruh judges. “Lagu ini cocok sekali dengan kamu. Aku langsung tahu sejak awal kamu mulai humming. Selamat datang di industri musik Indonesia,” puji Afgan. Felicia pun bercerita tentang lagu “Masalahnya” yang mengangkat kisah seseorang yang sulit melupakan hubungan yang sebenarnya telah dipenuhi banyak tanda bahaya. “Ceritanya tentang gagal move on, padahal kita sudah tahu orang ini punya banyak sekali red flag. Aku yakin banyak teman-teman yang relate dengan lagu ini. Terima kasih untuk Kak Iqbal, Kak Dennis, dan semua yang terlibat dalam proses pembuatan lagu ini. Semoga teman-teman suka dengan lagunya,” ungkap Felicia.
Sementara lagu kemenangan berjudul “Kronologi” yang dibawakan Vedra juga berhasil mendapatkan standing ovation dari seluruh judges. “Lagu ini cocok banget dengan Vedra. Lagu ini memang sudah berjodoh dengan Vedra karena semua pesan dan emosinya berhasil tersampaikan,” puji Isyana Sarasvati. Vedra menjelaskan bahwa “Kronologi” menceritakan kebingungan seseorang dalam memahami perasaannya sendiri. “Makna lagu ini sebenarnya cukup membingungkan karena di dalam ceritanya, kita menjadi orang yang melampiaskan perasaan, bukan orang yang menerima pelampiasan tersebut. Di lagu ini aku merasa seperti menjadi pihak yang bersalah dan sedang bingung dengan perasaan sendiri,” ungkap Vedra. Andien turut mengapresiasi lagu kemenangan yang dibawakan Vedra. “Aku sangat terkesima. Pencipta lagunya hebat sekali membuat lagu seperti ini dan sangat tepat ketika dipasangkan dengan kamu,” puji Andien. Afgan juga menilai “Kronologi” menjadi lagu yang tepat untuk membuka perjalanan Vedra di industri musik Indonesia.
Di penghujung babak “Grand Final”, berdasarkan perolehan Virtual Gift sementara, Vedra (Batam) harus puas berada di posisi kedua. Sementara Felicia (Tangerang) berhasil mencatatkan perolehan Virtual Gift tertinggi sehingga unggul sementara menjelang babak “Grand Final Result” pekan depan. Pada babak penentuan nanti, Felicia dan Vedra juga akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk berkolaborasi dengan band legendaris Dewa 19.
Saksikan perjuangan terakhir Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) dalam memperebutkan gelar juara “The Icon Indonesia” di babak “Grand Final Result” yang akan tayang pada 3 Agustus 2026 pukul 21.30 WIB, hanya di SCTV!
